1,5 Juta? uang yang enggak sedikit loh kak.... kenapa mintanya mendadak banget sih... rencana study tour ini udah lama lohh.. kok kamu gak bilang jauh-jauh hari kalau biayanya begitu besar....
Si Sulung cuma terunduk lesu... sebagai seorang ibu.. saya sangat mengenali anakku... pastinya dia penuh kebimbangan untuk berbicara. Apalagi soal uang semenjak saya memutuskan untuk re-sign si sulung ini begitu berhati-hati untuk meminta sesuatu dari saya. Karena sejak awal, rencana re-sign saya telah saya komunikasikan dengan suami dan anak-anak termasuk berbagai konsekwensinya.
| Mengajari Anak Bersyukur (Ilustrasi) |
Si sulung ini sebetulnya sangat dekat dengan saya, tapi dia sangat menjaga. ..menjaga segala-galanya sedang dengan ayahnya, dia sulit untuk terbuka soal "dirinya". Mungkin karena ayahnya sedikit sekali intensitasnya dengan anak.. walaupun seberapa besar ayahnya mencoba mendekat, seperti ada dinding diantara mereka...Pastinya hal ini terjadi karena dia khawatir merepotkan saya, sementara dia pun segan bicara dengan ayahnya.
Kakak... lain kali gak kayak gini ya... uang segitu gak sedikit, belum tentu orang tuamu punya uang. Kamu sendiri udah paham, beban biaya hidup sekarang makin mahal... 1,5 Jt itu lebih dari setengah gaji buruh... bisa atau enggak bisa orang tua kamu memenuhinya, kamu harus tetap bicara. Jangan kamu kecilkan bubumu ini seolah olah tidak sanggup, dan jangan kamu juga menggampangkan ayah karena kamu anggap ayah bisa mengeluarkan dana segitu... bicara nak.. apa sih susahnya bicara...... dan tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya.
Kalau sekarang kamu baru bilang sama bubu.. maaf yaa bubu jawab gak ada... jawabku tegas.. kamu bicara sama ayah ...
Malam itu suamiku bicara... eh.. anakmu mau pinjam KTP katanya buat ngambil uang tabungan buat study tour.. udah ngomong sama kamu yank? tanyanya...
Jangan kasih... jawabku ringan.... kita kasih pelajaran dulu anak kita... kan mau ulang tahun.. telepon aja gurunya, kita bayar tapi belakangan... jangan bilang-bilang anaknya. mau diajar dulu anaknya... kataku...
Oke deh.. jawab suamiku sambil tersenyum..
Hari sabtu... Kakak Fashhan Luthfan pulang sekolah langsung mendekatiku... Bubu.. kakak mau bayar study tour... wajahnya memelas...
Kakak... emang harus yaa ikut study tour? kakak.. itu bukan uang sedikit looh... kakak ngerti enggak buat dapetin uang segitu gak gampang...
temen kakak emang ikut semua? tanyaku
Enggak bubu.. jawabnya..
Kenapa? gak semua orang tua bisa bayar kan kak? tanyaku
Iyaa... jawabnya..
Bukan uang sedikit kan kak? tanyaku lagi
Iya.. jawabnya sambil menunduk...
Buat bubu sama ayah juga nilai itu besar, dan sangat berharga... diluar sana banyak orang gak seberuntung kita... kalau kamu gak ikut study tour apa kamu kecewa?
Dia diam...
apa kamu akan berhenti bersyukur dengan ketidak mampuan bubu dan ayah?
Enggak bubu jawabnya...
Apa kamu bakal berkecil hati dan minder karena gak sama dengan teman-temanmu kebanyakan?
Enggak bubu.. jawabnya lagi
Dalam hidup itu ada keinginan kita.. tapi juga ada pilihan prioritas menjalaninya. Tetap harus berusaha dulu ... maksimal!! Kalau sudah berusaha.. apapun hasilnya bukan lagi urusan kita.
Terkadang apa yang kita inginkan itu bukan prioritas..gak jarang apa yang kita inginkan gak kita dapatkan. Tapi apapun kondisinya harus kita hadapi dengan lapang dada dan bersyukur.
Enggak ada alasan buat enggak bersyukur, karena apapun dan situasi bagaimanapun yang Allah berikan adalah yang terbaik buat kita jalani supaya kita makin dekat sama Allah. Ngerti maksud bubu sama ayah kakak?
Iya.. jawabnya tersenyum...
Ayo kita ke sekolahan sekarang kak.. biar bubu yang bilang sama pak Guru kakak gak ikut study tour.... kataku sambil masuk kamar ambil tas.
Suamiku sedang di mobil waktu aku bergegas masuk ke mobil .. Ayank, antar ke sekolah yaa.. aku mau bayar study tour.. tapi gak bilang anaknya.. aku bilangnya mau menghadap guru buat gak ikut study tour.
Ke sekolah berkoordinasi dengan gurunya dan alhamdulillah ternyata teman - teman sesama pengurus osis memang sedang merencanakan kejutan buat Fashhan hari senin nanti... Klik... Beres
Tidak sedikitpun berubah keceriaan Fashhan setelah skenario "penolakan"... Alhamdulillah. .. semoga dia benar-benar paham maksud dan tujuan kami. Mungkin rasa sedih itu ada... tapi biarlah dia merasakan dulu rasa sedih itu, supaya dia tau rasanya kurang beruntung, untuk mendidik rasa empatinya.
Mungkin lebih mudah bagiku dengan memberikan begitu saja setiap keinginan dan kebutuhan anak-anakku...untuk membuat mereka senang... tapi saya memilih repot untuk membuat mereka belajar
Hari ini 15 Desember.... skenario guru dan teman-temannya berjalan begitu lancar... dan Fashhan begitu tegar dan tenang ketika di "bully" membela pendapatnya untuk minta izin tidak ikut study tour hampir mirip dengan pendapat yang aku sampaikan kepadanya yang mungkin (mudah-mudahan ) menjadi cara pandangnya juga..
Dan semua itu terhenti ketika dia melihat saya dengan kue ulangtahunnya...
Pesanku hari ini untuknya : Berangkat lah nak.. belajarlah dengan baik. Jika kamu berangkat study tour nanti... tolong jaga hati teman-teman mu yang kurang beruntung.. jangan juga kalian gunakan waktu study tour itu dengan sekedar bersenang-senang tanpa belajar apa hikmah selama perjalanan itu dan satu lagi...jangan lupa BERSYUKUR. Lalu... anakku menangis tersedu-sedu dalam dekapanku
15 Tahun sudah kamu arungi hidupmu nak.. jadilah pahlawan untuk dirimu sendiri yang selalu mendirikan shalat.. bukan menjalankan shalat... semoga kamu bisa menjadi pemimpin kaum shalihin, mendapatkan berkah dan membagikan keberkahan itu untuk orang-orang disekelilingmu...
With Love.... Bubu..
Sumber : Ernydar Irfan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar