Pages

Seminar Parenting "Kenali Gejala SSA (Same Sex Attraction) Untuk Penanganan Yang Tepat

Kamis, 08 Oktober 2015


Kenali gelaja Same Sex Attraction (SSA) sejak dini, agar anak-anak Anda bisa dididik sesuai dengan fitrahnya. Berdasarkan data klien Peduli Sahabat sejak 2008 pemicu SSA itu ada 3 yaitu, pemaksaan dalam mengambill role model yang salah, over protective (terlalu dimanja/dilindungi), dan Salah mengambil role model secara sukarela. Semua pemicu itu terjadi pada masa balita. Dalam perkembangannya akan mengalami penguatan, salah satunya bisa jadi trauma jiwa seperti pelecahan seksual.

ada 2 teori tentang penyebab SSA , yaitu :
a. Teori Pertama bahwa sifat itu bawaan lahir, genetik, innate, sudah ditakdirkan.
b. Teori Kedua bahwa kecenderungan ini bukan bawaan lahir, dia tumbuh dan berkembang karena banyak faktor dalam masa perkembangan seseorang.


Untuk lebih jelasnya mari kita dengarkan dari seorang aktivis Yayasan Peduli Sahabat yang banyak menangani klien SSA di acara Seminar tentang pengenalan sejak dini gejala SSA pada anak.

Rumah Keluarga Serang
CP : Cita (0812 8207 0828)

Ketahuilah, Ridho Suami Ladang Surga bagi Istri

Sahabat, tentu kita sudah tahu bahwa suami kita adalah ladang surga bagi kita sebagai seorang istri.
1.Seorang suami yang dibesarkan oleh ibunya menjadi lelaki yang shalih dan bertanggungjawab terhadap keluarganya. Di satu sisi ibunya sangat mencintai anaknya seumur hidup, namun dia memilih mencintai calon istri yang belum tentu mencintai seumur hidup, bahkan terkadang rasa cinta suami terhadap istri lebih besar dari pada rasa cinta terhadap ibunya sendiri.
2.Seorang suami yang dibesarkan oleh ayah dan ibunya hingga ia beranjak dewasa dan mandiri sehingga ia mampu menikah dengan biaya sendiri tanpa merepotkan kedua orang tua. Namun ketika akad nikah terucap, ia telah bertekad untuk menanggung nafkah seorang istri sebelum ia mampu membalas kebaikan orang tuanya. Padahal istri yang baru dikenalnya itu tidak ada ikatan rahim seperti ayah dan ibunya namun kasih sayang dan tanggungjawab seorang suami merupakan sebuah kewajiban dan kecintaan yang besar terhadap keluarganya.
Ketahuilah, Ridho Suami Ladang Surga bagi Istri
Ilustrasi
3.Seorang suami menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan hidup rumah tangga, ia ridla bekerja lembur untuk menafkahi sang istri. Padahal di sisi Allah Swt, seorang istri sebagai ibu dari anak-anak harus lebih dihormati tiga kali lebih besar daripada seorang suami yang menjadi ayah dari anak-anaknya. Namun sebagai suami yang baik tidak merasa iri disebabkan rasa cinta kepada istri dan hanya berharap mendapatkan lebih baik dari Allah Ta’ala.
4.Suami berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi.padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar.namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.
5.Suami berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja.Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali. 
6.Bila engkau melakukan maksiat,maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri. 

Sumber :  Imam Hamizan Al-Abqary

Pentingnya Faktor Lingkungan Terhadap Karakter Anak

Minggu, 04 Oktober 2015


Lingkungan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan bagi perkembangan anak. Faktor lingkungan memiliki cakupan yang luas, sebagai contoh, suatu sekolah yang terletak di jalan raya yang bising terbukti memiliki anak didik dengan kemampuan berkonsentrasi lebih baik ketimbang sekolah dengan situasi belajar lebih tenang.


Di lain sisi, kebisingan justru menyebabkan tekanan darah pada anak meningkat dibanding pada anak yang tidak berada di lingkungan bising. Mengapa suatu stimulus yang sama bisa menyebabkan dampak yang berbeda? Berikut penjelasan selengkapnya di halaman selanjutnya.
Image result for image pengaruh lingkungan terhadap anak
ilustrasi


Faktor lingkungan memiliki peran dalam perkembangan fungsi kognitif dan emosi sosial seorang anak. Fungsi kognitif merupakan kemampuan seorang anak untuk mengolah, menyimpan, dan menggunakan kembali semua masukan sensorik secara baik. Fungsi kognitif terdiri atas unsur memperhatikan (atensi), mengingat (memori), mengerti pembicaraan (bahasa), bergerak (motorik), merencanakan, serta melaksanakan suatu tindakan (eksekutif).

Lantas, seberapa besar pengaruh faktor lingkungan yang memicu stres terhadap tumbuh kembang anak? Sebuah penelitian menyatakan bahwa pada 17.000 orang dewasa yang mengalami stres semasa kecil, satu setengah kali sampai dengan dua kali lebih berisiko memiliki sakit jantung dan pembuluh darah, penyakit autoimun, dan usia kematian lebih dini dibandingkan mereka yang tidak mengalami stres. Stres yang dialami pada penelitian ini disebabkan karena kekerasan dalam keluarga, pelecehan semasa anak-anak, dan penelantaran.

Keharmonisan dalam keluarga juga berhubungan erat dengan perkembangan anak, karena mempengaruhi hal-hal seperti pencapaian akademis di sekolah, perkembangan emosi dan sosial, dan pembentukan kepribadian. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gene H. Brody dkk. (Department of Child and Family Development and Center for Family Research, University of Georgia) menyatakan bahwa keluarga yang tidak harmonis akan menyebabkan Si Kecil menjadi tidak peduli, tidak suka menolong, dan tidak mampu mengontrol emosi.

Selain itu, kepadatan dalam rumah seperti jumlah orang dalam keluarga, hubungan keluarga dengan tetangga, dan kondisi tempat tinggal yang layak, juga memiliki kaitan dengan perkembangan anak. Dalam hal ini, jumlah anak yang banyak diduga akan mempengaruhi ketidakmampuan orangtua atau pengasuh memperhatikan tumbuh kembang anak satu per satu, sehingga berdampak kurang baik bagi anak tersebut.

Setiap waktu yang dilalui Si Kecil merupakan pembelajaran yang baru baginya. Apa pun yang Si Kecil alami, lihat, dan dengar bisa tersimpan dalam ingatannya dan menjadi patokannya dalam bersikap dan bertindak pada masa yang akan datang. Karena itu, janganlah luput untuk memperhatikan faktor lingkungan – yang nantinya akan berpengaruh terhadap perkembangan emosi dan sosialnya.  Sumber : klikdokter


 

Blogger news

Blogroll

Most Reading