Pages

Jika Anak Saya Nakal

Minggu, 07 Desember 2014

Banyak orang tua yang mengeluh anaknya nakal. Tidak bisa diam. Banyak jajan, jahil, suka berantem dan kenakalan-kenakalan lainnya. Maka sang anak sering dimarahi jadinya. Sebut saja seorang ibu, Bu Ade namanya. Dia memiliki 3 anak perempuan. Dan ini mengenai anaknya yang kedua.

Saat hamil 7 bulan, Bu Ade masih aktif bekerja di sebuah rumah sakit. Dan kesibukan di tempat kerjanya membuatnya lupa bahwa pada saat itu ia sedang berbadan dua. Maka, meskipun lelah ia tetap memaksakan bekerja. Akhirnya saat mendorong bed pasien musibah terjadi. Tali plasenta yang menempel ke rahim lepas. Dan terjadilah pendarahan hebat di rahim. Hanya sekitar hitungan jam Hb turun drastis dan suplai oksigen ke janin terputus, karena plasenta adalah satu-satunya jalan suplai nutrisi dan oksigen bagi bayi. Kondisi ini mengancam nyawa ibu dan bayi.

Untung tempatnya bekerja di rumah sakit. Tepatnya di bagian ruangan operasi. Jadi ketika tahu kondisi demikian langsung hari itu juga di putuskan operasi caesar emergency. Dan alhamdulillah nyawa ibu dan bayi terselamatkan. Namun malang bagi sang bayi. Karena dilahirkan dalam usia kandungan yang belum matang dan supply oksigen yang kurang dalam waktu sekian jam akhirnya bayi yg diberi nama Marsya ini harus menderita kerusakan otak dari kecil yang membuatnya menjadi keterbelakangan mental.

Hari dan tahun berganti di lewati dengan masa sulit. Marsya harus keluar masuk ICU karena kondisi yang tidak stabil. Berkali-kali bu Ade memasrahkan anaknya karena melihat kondisi yg terjadi. Namun Allah berkehendak lain. Marsya selalu bertahan dalam sakitnya. Ia berbeda dengan anak lain. Tak bisa bicara, tak bisa duduk, tak bisa jalan. Bahkan sampai di usianya 10 tahun. Hanya berbaring. Dan ini membuat sedih sang Ibu. Makan pun harus selalu di suapi.

Maka, jika melihat saat ini anak saya nakal, Atau mendengar keluhan anak saya nakal dari orang lain. Selalu saja teringat kisah bu Ade dan Marsya. Jika anak saya nakal. Bu Ade malah ingin Marsya bisa nakal. Bisa teriak-teriak. Bisa jahil. Bisa lari-lari sampai membuat sang ibu pusing. Bisa melihat semua hal yang dikeluhkan oleh ibu-ibu yang lain.

Jika Anak Nakal (ilustrasi)
Jika ingat ini. Saat melihat anak saya nakal, jadilah senyuman. Toh namanya juga anak-anak. Wajar kalo nakal. Syukuri dulu. Cintai dulu. Mudah-mudahan Allah ubah sifat dan karakter sang anak. Marah bukan solusi. Jika harus menghukum, jangan sertakan emosi.

Jangan ada keinginan memberi hukuman agar diri merasa puas. Tapi hukuman agar anak sadar dan jadi lebih baik. Anak nakal mesti disyukuri mereka masih bisa nakal. Tak seperti hal nya Marsya yang tak bisa nakal. Maka semuanya akan jadi mudah.

Ya syukur membuat hidup mudah dan indah. Tak punya sepatu bagus, syukur kita masih punya kaki. Toh banyak orang yang tak ada kaki. Belum punya rumah dan masih ngontrak, syukuri masih ada tempat tinggal. Toh banyak yang hidup di gerobak dengan anak banyak atau hidup di kolong jembatan. Gaji kecil syukuri. Banyak orang masih nganggur. Insya Allah, jika di syukuri Allah tambah kenikmatan untuk kita. 

Kini Marsya sudah tiada. Allah sudah memanggilnya. Namun pelajaran yang luar bisa dapat kita ambil hikmahnya. Ditengah lelahnya kita selaku orang tua dalam mendidik anak. Semoga kisah ini memberi persepsi baru. Membuat kita semua lebih sabar dalam mendidik anak-anak kita. Lebih mencintai mereka dan lebih bersyukur atas kehadiran mereka di tengah hidup kita. Salam cinta dari seorang ayah yang sedang belajar mendidik anak.

Sumber : LSM Furiska

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

Most Reading